
Tak mudah mendeteksi apakah orang berkata jujur atau bohong. Meskipun demikian, ada ciri-ciri tersendiri orang yang sedang berbohong.
FROYONION.COM – Berbohong menjadi hal lumrah yang terjadi di dalam kehidupan manusia. Bisakah kita mengetahui apakah seseorang berkata jujur atau bohong? Menurut banyak penelitian, kebohongan sangat sulit untuk dideteksi. Karenanya, sulit untuk mengetahui seseorang sebenarnya berkata jujur atau tidak.
Lalu, bagaimana dengan alat pendeteksi kejujuran? Menurut beberapa penelitian, alat ini sebenarnya tak terlalu berguna untuk mendeteksinya. Sebabnya, hasilnya sangat tak akurat.
BACA JUGA: ILUSI DAN KEBOHONGAN DARI KONTEN 'A DAY IN MY LIFE'
Meskipun kebohongan memang sangat sulit untuk dideteksi, beberapa penelitian menemukan ada beberapa ciri orang yang sedang berbohong. Dilansir dari buku berjudul The Interpersonal Communication karya pakar komunikasi Joseph Devito, disebutkan ada beberapa ciri orang yang sedang berbohong. Kita bisa menggunakan ciri-ciri tersebut untuk mendeteksinya.
Namun, perlu diketahui bahwa bila orang menunjukkan ciri-ciri tersebut, tak lantas dapat disimpulkan bahwa orang yang sedang berbohong. Dengan kata lain, ciri-ciri ini sebenarnya menunjukkan kecenderungan-kecenderungan perilaku yang ditampakkan orang yang sedang berbohong. Berikut 7 ciri perilaku orang yang sedang berbohong.
Orang yang sedang berbohong cenderung berbicara kurang mengalir dibandingkan saat ia sedang berbicara jujur. Mereka cenderung berkata lebih lamban daripada saat berbicara jujur. Terkesan juga berhati-hati saat berbicara. Selain lamban, hal yang disampaikannya pun terasa terjal.
Mereka pun cenderung memberikan sedikit informasi atau hemat melontarkan diksi. Dengan kata lain, tak berbicara panjang lebar. Bila diberi pertanyaan, terlihat kurang begitu responsif. Sebabnya, membutuhkan sedikit waktu yang lebih lama untuk berpikir menjawab pertanyaan. Terkadang, jawabannya yang diberikan kurang begitu meyakinkan atau terasa janggal.
BACA JUGA: ADRIANO QALBI: PASSION ADALAH KEBOHONGAN TERBESAR ABAD INI
Setelah orang berhasil berbohong, umumnya wajah dan matanya menunjukkan gerakan kepala dan mata yang halus. Hal ini kemungkinan besar disebabkan karena orang yang berbohong merasa senang karena kebohongannya berhasil. Dengan demikian, bila kita curiga seseorang sedang berbohong, kita tunjukkan sikap diam sehingga seolah menerima kebohongannya. Lalu, perhatikan gerakan wajahnya dan matanya. Apakah menunjukkan gerakan yang halus?
Perhatikan juga bagaimana matanya saat ia sedang berbicara. Ada ciri khas tersendiri yang tampak pada matanya. Bila ia sedang berbohong, maka biasanya pupil matanya melebar, lebih banyak kedipan mata daripada biasanya, dan merasa tak nyaman melakukan kontak mata dengan kita.
Bila kita curiga orang sedang berbohong, cobalah kita kritis dengan setiap hal yang disampaikanya olehnya. Coba juga tanyakan pertanyaan lain yang terkait untuk menguji konsistensinya.
Nah, apakah ada inkonsistensi atau ketidaksesuaian dari setiap hal yang disampaikannya? Bila demikian, terlebih bila begitu banyak inkonsistensi jawaban, maka kemungkinan besar ia sedang berbohong. Hindari percaya begitu saja dengan hal-hal yang disampaikannya olehnya.
Terkadang, bila kepepet, mereka bisa saja meralat jawaban yang sudah diberikan. Tentu saja, agar memunculkan kesan konsisten. Bila sering meralatnya, maka kemungkinan besar hal yang mereka sampaikan tak benar adanya.
Ciri khas lainnya yang ditunjukkan orang yang sedang berbohong yaitu adanya ekspresi wajahnya yang sedikit tegang. Perhatikan secara seksama wajahnya saat ia sedang berbicara. Karena tegang, biasanya mukanya terlihat lebih kaku tanpa ekspresi dan dan juga terlihat dingin.
Perhatikan juga bagaimana gerak kepalanya saat ia berbicara. Karena sedikit tegang, biasanya tak menggerakan kepala. Dengan kata lain, kepala cenderung kaku seperti patung.
Cermati gerakan tangan dan kakinya saat ia berbicara. Bila gerakan tangan dan kakinya lebih intens daripada biasanya, maka kemungkinan besar ia sedang berbohong. Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh rasa tak tenang yang dialami olehnya. Ia khawatir kebohongan akan terungkap.
Misalnya, sering memindah-mindahkan posisi tangan dan kaki saat duduk. Atau, jari-jari tangannya lebih sering bergerak-gerak daripada biasanya. Atau, menggunakan gestur tangan lebih intens daripada biasanya untuk mendukung hal yang disampaikan olehnya.
Orang yang sedang berbohong cenderung sering menyentuh bagian tubuh sendiri. Misalnya, menyentuh kepala, tangan, bibir, dagu, kaki, dan sebagainya.
Selain itu, sering juga menyentuh benda-benda terdekat seperti gelas, buku, alat tulis, atau meja. BIsa juga bermain-main dengan objek-objek tersebut, misalnya memutar-mutarkannya. Hal ini pun kemungkinan besar disebabkan oleh perasaan tak tenang yang dirasakan olehnya. Ia khawatir kebohongannya akan terungkap.
Beberapa penelitian pun menemukan bahwa orang yang sedang berbohong menggunakan nada suara yang lebih tinggi daripada saat berbicara sehari-hari. Hal ini kemungkinan besar bertujuan untuk meyakinkan orang yang dibohonginya. Terkadang diikuti dengan bahasa tubuh yang berlebihan daripada biasanya.
Umpamakan, kita bertanya kepada seorang rekan kerja apakah pekerjaannya sudah diselesaikan. Rekan kerja kita ini menjawab “ya” dengan nada suara lebih keras. Ia pun menggunakan gestur tangan juga secara berlebihan. Padahal, sebelumnya ia tak pernah demikian. Ia biasanya menjawab dengan nada suara tak terlalu keras. Gestur tangannya pun tak seintens itu. Nah, dari titik ini, kita patut curiga bahwa rekan kerja kita ini sebenarnya sedang berbohong.
Demikian, 7 ciri perilaku yang biasanya ditampakkan orang yang sedang berbohong. Sekali lagi, 7 ciri ini tak mutlak. Melainkan hanya kecenderungan. Meskipun orang menunjukkannya, bisa saja sebenarnya orang berkata jujur. Ciri-ciri ini hanya langkah awal untuk mendeteksi seseorang sebenarnya berkata jujur atau bohong. (*/)