Music

TRIO JAZZ LITTLEFINGERS REFLEKSIKAN KESTABILAN DALAM SINGLE ‘SQUARES’

Trio jazz elektronik Littlefingers baru saja merilis single berjudul Squares. Hadir dengan bentuk lebih minimalis, single tersebut merefleksikan stabilitas hidup.

title

FROYONION.COM - Terinspirasi dari gim papan ular-tangga, trio jazz elektroni k Littlefingers kembali dengan single terbaru berjudul Squares.

Tak seperti “ular dan tangga” yang merefleksikan naik-turunnya kehidupan, judul lagu itu mewakili kestabilan seperti fungsi bidang-bidang kotak dalam gim papan tersebut.

Jika selama ini fokus kita kerap direbut oleh naik-turun dan suka-duka kehidupan, kita sering melupakan bahwa stabilitas adalah hal yang lebih umum dalam hidup kita.

Inilah yang diangkat oleh band yang digawangi Chika Olivia, Tjdika dan David Halim lewat komposisi musik mereka dalam Squares.

“Lagu Squares dalam proses pengerjaannya, ingin menggambarkan rasa menjalani hidup. Seperti permainan ular tangga ketika tidak sedang berusaha menaiki tangga atau menuruni ular, Squares ada di situ,” jelas Chika.

LAGU YANG STABIL

Di saat lompatan dari zona nyaman terdengar lebih menarik dan menjanjikan, trio jazz elektronik asal Jakarta tersebut justru membicarakan kestabilan yang terdengar cari aman.

Konsep “jalani saja dulu” ini direfleksikan dengan baik oleh Littlefingers dalam lagu Squares.

Berbeda dengan rilisan mereka sebelumnya yang cenderung kompleks dan bombastis, sang trio justru memainkan irama-irama yang konstan.

Squares tampil minimalis dalam durasi pendek dan ritme yang repetitif dengan isian berupa kombinasi synth yang lembut dan beat elektronik yang membuat kepala bergoyang pelan.

Bisa dibilang, lagu ini benar-benar ingin menggambarkan kestabilan dengan menjadikan tema tersebut sebagai nyawanya.

“Bukan rasa yang menggebu-gebu atau terpuruk, namun lagu yang cocok menemani kita semua yang sedang “berjalan” saja,” ungkap Chika.

Masih diproduseri dan diproduksi secara mandiri, Littlefingers berusaha menyajikan sebuah presentasi lagu yang tenang nan dinamis.

Sekalipun tidak terlalu ekspresif layaknya single lainnya, bukan berarti sang trio lupa menyuntikkan ciri khasnya dalam Squares sebagai pengingat bahwa lagu itu milik mereka.

Squares cocok didengarkan saat kamu butuh ketenangan yang tidak terlalu sunyi. Sekaligus menjadi semacam white noise yang ramah untuk menemani momen-momen refleksi diri.

Mendengarnya mungkin bakal mengingatkanmu bahwa sering kali yang kita butuhkan adalah kestabilan, jeda sebelum kembali menghadapi euphoria kehidupan.

“Kadang kita sebagai manusia terlalu fokus dengan euphoria kehidupan, sampai kita lupa dengan hal yang sebenarnya kita semua rindukan, stabilitas dan ketenangan,” David menambahkan.

MENUJU ALBUM KEDUA

Di akhir tahun lalu, Littlefingers sempat membocorkan agenda mereka untuk melepas album kedua mereka.

Squares menjadi rilisan terakhir mereka sebelum akhirnya menunaikan rencana tersebut di pertengahan tahun 2025 ini.

Dengan artwork yang tak jauh berbeda dengan yang dimiliki single Koji dan Flights to Fibs, sepertinya gim papan ular-tangga bakal menjadi tema besar dalam album berikutnya.

Siapa sangka, gim papan tersebut menggambarkan banyak hal. Mulai dari naik-turunnya kehidupan, kestabilan, hingga semangat main-main yang eksploratif.

Segalanya tepat menggambarkan perjalanan bermusik dari trio Littlefinger baik secara personal maupun sebagai sebuah unit jazz.

Itu saja sudah menjadi alasan paling valid mengapa album mereka berikutnya layak ditunggu. (*/)

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Shofyan Kurniawan

Shofyan Kurniawan. Arek Suroboyo. Penggemar filmnya Quentin Tarantino. Bisa dihubungi di IG: @shofyankurniawan