
Hindia resmi merilis mixtape pertamanya pada 24 Februari lalu. Seperti apa musik yang Hindia bawa dalam album bertajuk ‘Doves, ’25 on Blank Canvas’ ini?
FROYONION.COM – Musisi Hindia kembali menunjukkan produktivitasnya lewat karya, baik sebagai solois maupun frontman dari grup band yang dibentuknya sendiri.
Band Lomba Sihir yang digawanginya baru saja merilis single baru bertajuk Sofa. Sebagai solois, Hindia juga meluncurkan sebuah mixtape.
BACA JUGA: SINGLE ‘SOFA’ DARI LOMBA SIHIR SIAP MEMBAWAMU MEMAKNAI SAHABAT SEJATI
Ini merupakan mixtape perdana Hindia setelah sebelumnya sempat mengeluarkan dua album studio, masing-masing berjudul Menari dengan Bayangan pada 2019 dan Lagipula Hidup Akan Berakhir pada 2023.
Mixtape Doves, ’25 on Blank Canvas resmi mengudara pada Senin, 24 Februari 2025 tengah malam dengan 16 lagu di dalamnya. Seperti apa proses di balik pengerjaan mixtape ini?
Doves, ’25 on Blank Canvas disebut Hindia sebagai reaksi natural serta spontan terhadap berbagai kejadian yang dialami dan diamati pada penghujung 2024 lalu.
Mixtape ini juga memuat kebebasan bereksplorasi musik dari Hindia, termasuk di antaranya meleburkan musik berbasis gitar dan elektronik, mencampurkan bahasa Indonesia dan Inggris dalam liriknya, hingga merespon dan menyisipkan karya musisi lain.
BACA JUGA: LAGU ‘BERHASIL’ OLEH PERUNGGU YANG BENAR-BENAR BERHASIL
Pengerjaan mixtape juga turut melibatkan sejumlah musisi kenamaan yang bertindak sebagai produser.
Nama-nama terkait ialah Iga Massardi, Enrico Octaviano, Lafa Pratomo, Kareem ‘BAP’, Luthfi ‘Mellonz’ Adianto (Cosmicburp), Soenharjo, Adrian Mahendra Putra (Blue Valley Radio), Kevin Queency, Kusuma ‘Utha’ Widhiana (Blue Valley Radio) dan BF-131131525.
Selain itu, ada juga Emir Agung Mahendra yang berkolaborasi dalam lagu betty atas nama entitas duo pop-nya, White Chorus.
Dalam rilis resminya, Hindia berujar bahwa ada beberapa hal yang ingin ia bicarakan supaya merasa lega, sekaligus menyelesaikan banyak cerita yang telah disampaikan lewat lagu-lagu Hindia dari beberapa tahun silam.
“Setelah mixtape ini, yaitu di album ketiga, saya bisa memulai babak baru tersebut dengan bersih,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia berujar bahwa dirinya terpantik dengan gejolak yang terjadi di Indonesia beberapa waktu belakangan. “Rasanya sulit untuk sama sekali tidak menanggapi hal-hal tersebut. Ada prasangka kuat bahwa karya ini harus dirilis sekarang, tidak lebih cepat, tidak lebih lama.”
Secara musik, keseluruhan mixtape ini menurutnya banyak terpengaruh juga oleh berbagai musisi yang ia dengar selama beberapa bulan terakhir. Bisa dibilang, semuanya dikerjakan secara spontan.
Perilisan mixtape akan dibarengi dengan konser. Sepuluh Dua Empat selaku tim dari Hindia telah bekerja sama dengan Jabba Connection dalam pelaksanaan konser peluncurannya.
Bertajuk Bali, ’25 on Blank Canvas, konser ini akan diadakan di Gianyar, Bali pada 22 Maret 2025 mendatang. Tiketnya sudah mulai dijual untuk kategori Early Bird seharga Rp275.000 di luar pajak melalui situs loket.com sampai dengan 27 Februari mendatang.
Menurut keterangan dari loket.com, konser akan diadakan dari pukul 16.00 hingga 22.00 WIB. Selain kategori Early Bird, ada dua kategori lain yang akan dijual kemudian.
Pertama ada Pre-Sale seharga Rp350.000 yang mulai dijual pada 28 Februari dan General Sale seharga Rp450.000 yang mulai dijual pada 16 Maret.
BACA JUGA: EMPAT LAGU, SATU CERITA: MENGUNGKAP MAKNA DALAM ALBUM ‘HARAPAN’ DARI THE COTTONS
Lebih lanjut, terkait pemilihan mixtape sebagai rilisan terbarunya, dijelaskan bahwa format seperti ini akan membiarkan seorang musisi seperti Hindia untuk bisa lebih leluasa dalam proses pengerjaannya.
Mixtape sendiri merupakan kumpulan musik yang disusun dan berasal dari berbagai sumber untuk kemudian direkam dalam media tertentu. Mixtape dapat berupa kaset, CD maupun daftar lagu digital.
Istilah ini sendiri berasal dari tahun 1980-an dan sering dikaitkan dengan budaya musik RnB dan hip hop.
Perbedaannya dengan album ialah dalam mixtape, kumpulan lagunya terbilang acak sementara album lebih terstruktur. Mixtape juga mungkin berisi cover atau instrumental selain kumpulan lagu-lagunya, berbeda dengan album yang penuh berisi lagu asli.
Di industri musik hari ini, mixtape telah berkembang menjadi sebuah karya yang tidak memiliki batasan eksplorasi serta tekanan komersial jika dibandingkan dengan album pada umumnya. Inilah mengapa Hindia memilih untuk merilis karya terbarunya dalam bentuk mixtape.
Doves, ’25 on Blank Canvas dapat kalian dengarkan di berbagai layanan musik digital, saksikan format video liriknya di channel Youtube resmi Hindia atau beli medium fisiknya melalui situs resmi via SDY. (*/)