
Drama Korea fenomenal ‘Squid Game’ resmi merilis musim keduanya pada 26 Desember lalu. Simak review lengkap Squid Game season 2 di sini sebelum menonton!
FROYONION.COM – Salah satu hal yang sempat booming dan jadi trending topic pada tahun 2022 lalu adalah drama Korea Squid Game. Demamnya bahkan tidak hanya melanda Korea Selatan dan Asia tapi juga seluruh dunia.
Dilansir dari Business Insider, drama yang dibintangi Lee Jungjae, Jung Hoyeon dan Park Haesoo ini ditonton sebanyak 1.65 milyar jam pada bulan pertama penayangannya.
BACA JUGA: KARAKTER SQUID GAME 2 MAKIN BERAGAM, PARK SUNG HOON JADI TRANSPUAN
Prestasi ini membuat Squid Game masuk dalam jajaran serial Netflix paling laris bersama dengan judul-judul populer lain seperti Stranger Things dan Wednesday.
Menyusul kesuksesannya, musim kedua telah dirilis pada 26 Desember 2024 lalu. Bahkan, kelanjutan kisah seputar permainan anak-anak mematikan ini turut memasang sejumlah wajah baru yang pasti tidak asing untuk penggemar drama Korea.
Mulai dari idol-aktor Im Siwan, Jo Yuri dan Choi Seunghyun hingga aktor top seperti Kang Haneul dan Park Sunghoon ikut ambil bagian di dalamnya. Nama-nama lama seperti Lee Jungjae, Wi Hajoon dan Park Byunghun juga masih akan hadir.
Jadi, seperti apa kisah yang dihadirkan dalam Squid Game musim kedua ini?
BACA JUGA: REKOMENDASI TONTONAN NETFLIX TERBARU BULAN DESEMBER, ADA ‘SQUID GAME’ SEASON 2!
Sudah dua tahun sejak Seong Gihun (Lee Jungjae) memenangkan 45.6 milyar won dari permainan mematikan dan misterius Squid Game.
Ia kini berambisi untuk menemukan The Salesman (Gong Yoo), dengan harapan ia bisa menghentikan permainan itu diadakan kembali.
Bahkan, Gihun membentuk tim guna mencari The Salesman. Ia menggunakan uang hadiahnya untuk membeli tempat tinggal yang diam-diam digunakan sebagai markas pencarian dan gudang senjata.
Dalam perjalanannya mencari The Salesman, Gihun bertemu polisi Hwang Junho (Wi Hajoon), yang ternyata selamat setelah ditembak dan terjatuh dari tebing. Junho masih berusaha untuk mencari pulau yang menjadi lokasi permainan misterius tersebut.
Setelah akhirnya berhasil bertemu kembali dengan The Salesman dengan cara yang tidak disangka-sangka, Gihun memutuskan untuk kembali dalam permainan. Tujuan utamanya adalah bertemu The Frontman dan mengakhiri permainan untuk selama-lamanya.
Kembali menjadi anggota permainan, Gihun lagi-lagi mendapat angka 456 sebagai identitasnya.
Kali ini ia bertemu dengan para pemain yang tidak kalah gila dan rela melakukan apapun demi uang hadiahnya.
Sementara itu, Junho dan tim bentukan Gihun terus berupaya menyisir pulau-pulau yang diyakini sebagai lokasi diadakannya permainan tersebut.
Saat mereka nyaris menemukan petunjuk, tim ini justru dihadapkan pada pengkhianatan yang tidak pernah mereka kira.
Salah satu harapan penonton akan Squid Game musim kedua pasti adalah jawaban atas pertanyaan mereka tentang segala hal yang terjadi di musim pertamanya lalu.
Di mana permainan ini diadakan? Siapa sebenarnya The Frontman dan apa yang melatarbelakanginya menjadi dalang permainan ini? Bagaimana cara mereka memilih pemain dan staf pekerja?
Sayangnya, musim kedua tidak menjawab semua itu. Kita ditinggalkan dengan lebih banyak pertanyaan dan juga pengkhianatan dari tokoh-tokohnya.
Musim kedua justru seolah tampil sebagai jembatan menuju musim ketiga yang rencananya akan tayang pada 2025 mendatang.
Banyak tokoh baru diperkenalkan, yaitu para pemain dengan karakternya masing-masing yang bisa dengan mudah kita sukai atau kita benci.
Ada Thanos, rapper nyentrik yang kecanduan obat-obatan. Myunggi, seorang influencer kripto yang merugi dan Junhee, mantan pacarnya yang sedang hamil besar. Pasangan ibu-anak Geumja dan Yongsik juga membuat musim kedua menjadi lebih berwarna.
Musim kedua tampaknya berusaha keras menampilkan tokoh-tokoh sampingan yang tidak terlupakan. Maklum, di musim pertama dulu penonton dibuat susah move on dengan Kang Saebyeok, Cho Sangwoo dan Ali.
Sementara Gihun yang kembali jadi pemeran utama di musim kedua tampil dengan pembawaan yang berbeda.
Ia menjadi lebih kalem, dingin dan penuh perhitungan, berbanding terbalik dengan musim pertama yang cenderung sembrono dan ceroboh.
Banyaknya tokoh baru sembari tetap mengisahkan kelanjutan cerita tokoh-tokoh lama membuat musim kedua tampak didominasi oleh drama ketimbang aksi. Banyak screentime ngobrol yang mungkin akan di-skip oleh penonton yang tidak sabaran.
Tentu masih ada adegan bunuh-bunuhan sadis menggunakan senjata api yang jadi ciri khasnya.
Musim kedua juga membawa banyak permainan khas anak-anak Korea yang berbeda jika dibandingkan dengan musim pertamanya lalu.
Satu-satunya permainan yang tetap dipertahankan di musim kedua ini adalah Red Light, Green Light yang seakan sudah jadi trademark Squid Game.
Tatapan kosong boneka perempuan sembari berujar “mugunghwa kkoci pieot seumnida” masih akan jadi mimpi buruk para pemain di awal pertandingan.
BACA JUGA: FILM DAN SERIAL NETFLIX YANG AKAN TAYANG PADA 2024, ADA SQUID GAME SEASON 2
Terdiri dari tujuh episode, musim kedua Squid Game mengakhiri tiap episodenya dengan cliffhanger yang membuat kita ingin segera menonton episode berikutnya. Ending yang menggantung ini terus berlanjut hingga episode terakhir.
Cerita di musim kedua belum benar-benar usai. Tidak heran jika penonton baru bisa tenang menyaksikan akhir kisahnya pada musim ketiga mendatang yang akan segera tayang tahun depan.
Menonton tujuh episode Squid Game musim kedua ibarat nostalgia yang dibarengi perjalanan penuh naik turun emosi sambil menghela napas menanti siapa yang akan tewas.
Tidak cukup memberi kita jawaban, memang, tapi setidaknya ada harapan bahwa kisah selanjutnya di musim ketiga akan mengungkap semuanya.
Squid Game season 2 kedua dapat kalian saksikan melalui platform streaming Netflix. Selamat menonton! (*/)