Movies

MENGUNGKAP KASUS BROTHER’S HOME 1986 DAN SEDERET KESAMAAN DENGAN ‘SQUID GAME’

Serial “Squid Game” menempati posisi teratas di Netflix. Siapa sangka, serial ini memiliki kesamaan dengan kasus nyata di Korea Selatan pada 1986 yang dijuluki Brother’s Home.

title

FROYONION.COM - Pada tahun 1986, sebuah skandal besar mengguncang Korea Selatan yang dikenal sebagai kasus Brother's Home. Insiden ini menyoroti pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di sebuah fasilitas yang seharusnya berfungsi sebagai pusat rehabilitasi sosial. 

Di sisi lain, dunia hiburan modern menghadirkan “Squid Game”, sebuah serial Netflix yang menyuguhkan cerita fiksi tetapi penuh dengan kritik sosial yang terasa relevan. Meski berbeda konteks, kedua cerita ini terasa mirip dan memiliki kesamaan. Topik ini juga hangat diperbincangkan di media sosial TikTok, seperti pada akun @soupclipz. 

Namun sebelum membedah persamaan di antara kedua cerita ini, ada baiknya kita mengenal kasus Brother’s Home, sebuah insiden yang menjadi luka dalam bagi ratusan masyarakat Korea Selatan. 

BACA JUGA: SIAP-SIAP! SEDERET NAMA ARTIS INI AKAN BINTANGI FILM ‘AVENGERS: DOOMSDAY’

KISAH KELAM BROTHER'S HOME

Brother's Home adalah sebuah pusat rehabilitasi yang terletak di Busan, Korea Selatan, yang beroperasi pada 1970-an hingga akhir 1980-an. 

Secara resmi, tempat ini didirikan untuk merawat tunawisma, yatim piatu, penyandang disabilitas, dan orang-orang yang dianggap "tidak produktif" dalam masyarakat. 

Namun, kenyataan di balik temboknya sangat jauh dari misi mulia tersebut.

Ilustrasi penganiayaan dalam kasus Brother’s Home. (Sumber: BBC)
Ilustrasi penganiayaan dalam kasus Brother’s Home. (Sumber: BBC) 

Dilansir dari BBC, ribuan orang dikurung secara paksa di fasilitas ini. Mereka sering kali ditangkap tanpa alasan jelas oleh pihak berwenang, kemudian dikirim ke Brother's Home tanpa proses hukum yang adil. 

Di dalamnya, para penghuni diperlakukan seperti budak, dipaksa melakukan kerja paksa, dan mengalami kekerasan fisik serta mental. Bahkan, laporan menunjukkan adanya pelecehan seksual dan penggunaan obat-obatan antipsikotik untuk mengendalikan para tahanan.

Ilustrasi perbudakan dalam kasus Brother’s Home. (Sumber: BBC)
Ilustrasi perbudakan dalam kasus Brother’s Home. (Sumber: BBC) 

Menurut penyelidikan, antara 513 hingga 657 orang meninggal dunia di fasilitas ini selama periode operasionalnya. Banyak dari kematian ini diakibatkan oleh kekerasan, kelalaian, atau kondisi kerja yang mematikan. 

Skandal ini baru terungkap pada tahun 1986 ketika seorang jaksa, Kim Yong-won, memulai penyelidikan terhadap tempat tersebut. Meski sejumlah bukti kuat ditemukan, banyak pejabat yang terlibat tidak dihukum, dan direktur Brother's Home, Park In-geun, hanya menerima hukuman ringan.

SQUID GAME: KRITIK SOSIAL DALAM BALUTAN FIKSI

Serial “Squid Game” yang dirilis pada tahun 2021, dan musim keduanya baru saja tayang pada Desember 2024 ini, menjadi fenomena global dengan premisnya yang unik dan kritik sosial yang tajam. 

Cerita ini berfokus pada sekelompok orang yang terlilit utang dan bersedia mempertaruhkan nyawa mereka dalam serangkaian permainan anak-anak yang mematikan demi hadiah uang yang sangat besar.

BACA JUGA: KARAKTER SQUID GAME 2 MAKIN BERAGAM, PARK SUNG HOON JADI TRANSPUAN

Squid Game 2
Still serial “Squid Game 2”. (Sumber: Netflix) 

Para peserta dalam permainan ini datang dari berbagai latar belakang, tetapi memiliki kesamaan: mereka semua berada dalam kondisi finansial yang putus asa. Sistem permainan dikelola oleh kelompok elit misterius yang menjadikan penderitaan para peserta sebagai hiburan.

Serial ini menggambarkan bagaimana ketimpangan ekonomi dapat mendorong individu untuk membuat pilihan yang tidak manusiawi. 

Selain itu, “Squid Game” juga menyoroti bagaimana mereka yang berada di puncak kekuasaan dapat mengeksploitasi penderitaan orang lain demi keuntungan dan hiburan mereka sendiri.

KESAMAAN BROTHER'S HOME DAN “SQUID GAME”

Meskipun “Squid Game” adalah karya fiksi, banyak elemen dalam ceritanya yang mencerminkan realitas suram seperti yang terjadi dalam kasus Brother's Home. Berikut adalah beberapa kesamaan yang mencolok:

1. Eksploitasi Kelompok Rentan

  • Brother's Home: Korban adalah tunawisma, yatim piatu, dan penyandang disabilitas yang dikucilkan oleh masyarakat. Mereka dijadikan tenaga kerja paksa tanpa bayaran dan hak asasi manusia.
  • Squid Game: Peserta adalah orang-orang yang terjebak dalam kemiskinan dan utang. Mereka dieksploitasi oleh penyelenggara permainan yang memanfaatkan keputusasaan mereka.

2. Pelanggaran Hak Asasi Manusia

  • Brother's Home: Para tahanan diperlakukan secara tidak manusiawi, mengalami penyiksaan fisik, mental, dan pelecehan seksual. Banyak dari mereka meninggal akibat kekerasan atau kondisi kerja yang mematikan.
  • Squid Game: Peserta kehilangan hak mereka untuk hidup. Dalam permainan ini, mereka dihadapkan pada pilihan untuk membunuh atau dibunuh demi bertahan hidup.

3. Sistem yang Tidak Adil

  • Brother's Home: Operasi fasilitas ini didukung oleh otoritas pemerintah yang gagal melindungi kelompok rentan. Ketidakadilan sistemik ini membuat pelanggaran terjadi dalam skala besar.
  • Squid Game: Permainan dikendalikan oleh kelompok elit yang tidak peduli terhadap moralitas atau kehidupan manusia. Mereka menciptakan sistem yang secara sengaja menindas peserta.

4. Dehumanisasi

  • Brother's Home: Para tahanan kehilangan identitas mereka, diperlakukan seperti mesin produksi atau objek yang bisa dimanipulasi.
  • Squid Game: Peserta hanya dikenal dengan nomor, bukan nama mereka, menggambarkan bagaimana mereka direduksi menjadi angka tanpa nilai kemanusiaan.

5. Kritik terhadap Ketimpangan Sosial

Kedua cerita ini menyoroti bagaimana ketimpangan sosial dan ekonomi dapat menciptakan situasi yang memungkinkan eksploitasi terjadi. Baik Brother's Home maupun “Squid Game” menunjukkan bahwa sistem yang tidak adil dapat menghancurkan kehidupan orang-orang yang paling rentan.

Tak lupa detail kecil seperti baju seragam yang dipakai peserta “Squid Game” dan tahanan Brother’s Home yang mirip. Hal ini semakin membuat penggemar serial ini menggebu-gebu, menemukan kesamaan dengan kasus nyata. 

Brother’s Home
Potret tahanan kasus Brother’s Home tahun 1986. (Sumber: Al Jazeera

Brother's Home dan “Squid Game” adalah dua cerita yang berbeda tetapi memiliki benang merah yang kuat dalam menggambarkan ketimpangan sosial dan eksploitasi. 

Melalui refleksi atas kisah nyata dan fiksi ini, kita diajak untuk lebih peduli terhadap keadilan sosial dan hak asasi manusia, serta mendorong perubahan menuju dunia yang lebih berkeadilan. (*/) 

BACA JUGA: 24 ANIME YANG RILIS DI 2025: DR. STONE SEASON 4 HINGGA SOLO LEVELING SEASON 2

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Grace Angel

Bercita-cita menjadi seperti Najwa Shihab. Member of The Archipelago Singers.