
Tanah perantauan adalah rumah kedua setelah kampung halaman yang masing-masing memiliki kenyamanannya tersendiri.
FROYONION.COM - Hayoo, siapa yang hingga sekarang masih belum rela untuk meninggalkan tanah perantauan? Mungkin beberapa dari kalian bisa saja yang hingga sampai saat ini masih betah berada di kota perantauan, entah karena disebabkan oleh berbagai faktor, seperti menempuh jenjang pendidikan lanjut, mendapatkan pekerjaan, hingga menemukan pasangan hidup.
Suasana kota perantauan memanglah sangat berbeda ketika kalian berada di kampung halaman. Pada awalnya yang dulu merindukan dan ingin selalu pulang ke kampung halaman, justru selang beberapa tahun kemudian malah enggan untuk kembali pulang.
Meski dalam perjalanannya tidak selalu mudah, namun ada saja alasan yang membuat kalian enggan untuk kembali. Selain faktor utama seperti pada kalimat di awal, ada juga sisi lain yang justru menjadi alasan mengapa kalian menjadi betah dan nyaman untuk masih tetap stay berada di sana.
1. Menjumpai Banyak Hal Baru
Apabila mengingat pada masa awal ketika kalian baru saja tiba di kota perantauan, kalian pastinya masih terasa asing dengan lingkungan baru kalian yang tentu saja sangat berbeda dengan lingkungan di kampung halaman kalian. Sehingga kalian perlu menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan kondisi sekitar. Sepanjang masa penyesuaian tersebut, banyak hal yang akan kalian temukan. Semakin banyak kalian menjelajah dan mengeksplor daerah wilayah perantauan kalian, semakin banyak pula sesuatu baru dan menarik yang belum pernah kalian temukan sebelumnya. Hal baru yang kalian temukan selama di sana bisa saja seperti pengalaman baru, menemukan tempat tongkrongan baru, mencoba jenis makanan yang belum pernah kalian cicipi, mengunjungi destinasi wisata yang populer, hingga mengenali dan memahami bahasa dan budaya daerah di tanah perantauan.
2. Terbiasa Pada Rutinitas Sehari-hari
Menempuh dan melanjutkan pendidikan adalah tujuan utama sekaligus yang menjadi alasan kalian ketika memutuskan untuk merantau. Dengan demikian aktivitas kalian selama di sana tidak terlepas dari kegiatan kuliah, mengerjakan tugas, nongkrong atau jalan-jalan bareng temen, dan mungkin saja kalian tergabung dalam sebuah organisasi atau kepanitiaan di kampus. Adanya rutinitas tersebut membuat kalian menjadi semakin terbiasa dengan keseharian kalian sehari-hari baik dari mulai bangun tidur hingga tidur lagi. Terlebih jika rutinitas kalian selama di sana cukup produktif dengan melakukan berbagai banyak hal positif setiap harinya, kalian akan merasa hidup menjadi lebih teratur dan merasakan kepuasan batin.
3. Membentuk Karakter dan Pribadi Mandiri
Menjadi mahasiswa rantau adalah suatu kondisi saat kalian dipaksa oleh keadaan untuk mengandalkan diri kalian sendiri dan tidak ketergantungan terhadap orang lain. Mencoba untuk bertahan di kota perantauan kadang kala tidaklah mudah. Segala bentuk tantangan dan kesulitan yang kalian hadapi akan menjadi bagian dari perjalanan kehidupan kalian selama merantau. Meskipun demikian, kalian belajar menemukan solusi atas setiap rintangan yang kalian jumpai sehingga adanya pembelajaran hidup inilah yang akan membentuk kalian menjadi pribadi yang tangguh dan mandiri. Tentu atas segala sesuatu yang kalian alami tersebut akan melahirkan sebuah pembelajaran yang sangat bermakna bagi kalian dimana itu semua adalah memori berharga yang gak akan kalian lupakan seumur hidup kalian semasa merantau.
4. Pantang Pulang Sebelum Sukses
Tak sedikit yang hingga saat ini mahasiswa masih berpegang teguh pada prinsip ‘Pantang Pulang Sebelum Sukses’. Beberapa dari mereka atau mungkin termasuk kalian hanya akan pulang ketika kalian sudah benar-benar sukses di perantauan. Setidaknya, kalian sudah mandiri dan menghidupi diri kalian sendiri. Oleh karena itu, pada saat kembali nantinya, kesuksesan kalian akan sangat berguna dalam mengangkat derajat dan perekonomian keluarga.
5. Memiliki Pertemanan yang Solid
Lingkungan pertemanan kalian ketika berada di kota perantauan sangatlah beragam. Apalagi ketika kalian memutuskan untuk merantau ke kota kota besar. Mayoritas mahasiswa di sana pun juga berasal dari berbagai daerah. Kondisi yang mereka rasakan pun kurang lebih hampir sama seperti yang kalian rasakan selama berada di perantauan. Adanya kesamaan atau istilahnya rasa senasib itulah yang menjadikan hubungan antar pertemanan kalian menjadi lebih erat. Tak jarang pada saat kalian berada dalam kondisi yang sulit, merekalah yang biasanya akan membantu kalian dengan tulus. Biarpun kalian jauh dari keluarga, setidaknya teman-teman kalian di sanalah yang menemani kalian, menjadi teman cerita, dan berbagi keluh kesah bersamanya sehingga ikatan saling membutuhkan satu sama lain inilah yang juga menjadi alasan mengapa kalian betah di tanah perantauan.
6. Menemukan Pasangan yang Dicintai
Selain faktor pertemanan, alasan percintaan pun juga bisa berpengaruh. Tak jarang kalian juga juga menemukan seorang pujaan hati yang kalian suka atau cintai selama di sana. Kehadiran dirinya seolah-olah membuat hidup kalian menjadi lebih berwarna dan bersemangat. Sampai-sampai akan terasa sangat berat bagi kalian untuk bisa jauh dari dirinya dan meninggalkan kota perantauan kalian. Terlebih jika hubungan yang telah dijalin tersebut sudah berlangsung cukup lama. Sebab, bisa saja hal ini terjadi dikarenakan sebagian besar waktu yang kalian punya selama ini kalian habiskan bersama pasangan kalian. Untuk kalian yang mungkin belum beruntung dalam menemukan pujaan hati kalian, harap bersabar.
Walaupun tanah perantauan jauh lebih nyaman dibandingkan kampung halaman, harapannya, kalian jangan pernah lupa untuk kembali atau hanya sekadar mengunjungi tanah kelahiran atau kampung halaman. Karena, sejauh apapun kalian pergi, akan ada selalu orang-orang tersayang yang menantikan kehadiran dan menunggu kepulangan kalian. (*/)